Sunter , Puri Indah dan Pantai Indah Kapuk

Mei 16, 2010 § Tinggalkan komentar

Di Jakarta semua orang tahu daerah sunter ,puri dan pik.  Jika ditanya apa pendapatnya maka bisa dipastikan semua daerah tersebut adalah daerah favorit. Di Sunter, keunggulannya adalah lokasi yang strategis dan dekat dengan pusat hiburan Kelapa Gading. Di Puri dan PIK keunggulannya adalah fasilitas yang lengkap dan bebas dari banjir.

Derah elit di Sunter adalah Sunter Metro, Sunter Paradise 3 , Sunter Bisma dan Sunter Garden. Harga di cluster-cluster tersebut sudah menyamai harga tanah di Puri Indah , Permata Buana dan Grisenda PIK  yaitu sekitar 5 jt sampai 7 jutaan permeternya.

Keunggulan Puri Indah adalah fasilitas nya yang lengkap seperti Pantai Indah Kapuk, lengkap namun bebas banjir. Daerah di PIK seperti cluster Manyar dan Taman Grisenda harga permeternya sudah mencapai 6 jutaan permeternya , sama dengan harga tanah di Puri Indah, Puri Kencana dan Permata Buana dan setingkat di atas harga tanah di perumahan-perumahan sunter. Sedangkan kelemahan dari daerah sunter adalah penataannya yang masih kurang bagus akibat banyaknya pabrik-pabrik di tengah-tengah perumahan warga. Tetapi hal tersebut tidak menghalangi kenaikan harga di sunter. Perumahan Sunter Paradise 3 dan Sunter Metro misalnya, kedua daerah terelit di sunter ini sudah mencapai 6,5 juta per meter persegi tanahnya.

Daftar Harga Rumah di  :

Sunter Metro : lt 200/lb.220   Rp.2.6 milyar

Sunter Paradise 3 : lt.180/lb.240  Rp.2,5 milyar

Sunter Bisma  : lt.200/lb.220   Rp.2,2 milyar

Puri Indah : lt.200/lb.250   Rp.3,2 milyar

Permata Buana : lt.170/lb/220  Rp.2,2 milyar

Puri Kencana :lt.180/lb.230  Rp. 2,2 milyar

Grisenda PIK  : lt.200/lb.240   Rp. 2,6 milyar

Manyar PIK : lt.180/lb.230  Rp. 2,4 milyar

Elang Laut Residence PIK : lt.300/lb.305  Rp. 3,6 milyar

Town House Long Beach PIK : lt.90/lb.120  Rp. 1,5 milyar

Garden House PIK : lt.250/lb.300  Rp. 3,6 milyar

Sumber: Studi Properti Indonesia Mei 2010

Iklan

Grisenda Pantai Indah Kapuk

Mei 14, 2010 § Tinggalkan komentar

Perumahan Grisenda Pantai Indah Kapuk

Grisenda PIK merupakan salah satu perumahan yang paling dicari oleh keluarga muda dan mapan di daerah Pantai Indah Kapuk, rata-rata rumah di grisenda seharga Rp.4 milyar hingga Rp.12 miliar per unit nya dengan harga tanah pada tahun 2012 mencapai 15 juta per meternya.

Di Jakarta yang lahannya sudah sangat terbatas rumah menjadi komoditas sangat mahal. Rumah di daerah yang bagus harganya hampir dipastikan selalu tidak terjangkau. Bahkan di daerah tertentu seperti Kelapa Gading dan Pantai Indah Kapuk, rumah seharga 2 milyar rupiah sudah dianggap biasa, bukan mewah lagi.

Kategori menengah atas

Di Jakarta Utara perumahan yang memasarkan rumah Rp.2,5 milyaran – Rp.3,5 miliar mencatat penjualan bagus. Di Taman Grisenda misalnya, tipe Chrusant Masterpiece tergolong laku keras. Tipe – tipe seharga Rp.3,5 milyar sampai 5 milyar di cluster Grisenda PIK sempat mencatat rekor spektakuler. Dalam sehari terjual 40 unit. Menurut Sugeng, di kawasan PIK rumah Rp. 3 milyar an per unit tergolong ” biasa “. Jangan heran ketika BGM melansir tipe Florence seharga Rp. 3,5 miliar di cluster Florence konsumen antusias. Bangunannya dua lantai, kamar 4+1, dan garasinya bisa memuat empat mobil. “Sebentar saja langsung habis,” katanya.

Di komplek perumahan Grisenda (38 ha), juga di kawasan PIK, yang mengambil positioning kelas menengah atas , paling laku tipe Aster dan Masterpiece. Empat tipe rumah seharga Rp.2,5 milyar – Rp.5 miliar juga laris diburu konsumen kelas atas. “Tipe Aster banyak yang suka karena memiliki dua muka, depan belakang punya halaman,” ujar Agus Rahmanto, Project Manager Taman Grisenda. Apalagi dengan penghijauan yang asri dan akses yang mudah di kawasan Grisenda PIK membuat harga rumah di kawasan ini melejit. Karena harganya tergolong murah, rumah Rp. 3,5 milyaran di PIK banyak diincar keluarga muda yang baru menikah atau punya satu anak (usia 35 – 42 thn). Mayoritas pedagang Glodok, Mangga Dua, Kota, dan Roxy. Mungkin karena itu Grand Puri Grisenda sejak awal optimis rumahnya yang akan direspon pasar.

Town House Long Beach yang terletak di samping perumahan Grisenda juga laris, hal ini dikarenakan aksesnya yang bagus yaitu di pintu keluar dan masuk PIK. Town House Long Beach PIK juga ditawarkan dengan harga yang sama dengan Town House Grisenda yaitu di kisaran Rp.2,5 milyar hingga Rp.4,5 milyar per unit nya. Relatif Menurut Dwi Wahyuni, Marketing Manager di sebuah perumahan di jakarta barat , harga memang relatif di Jakarta. Tergantung di mana dan bagaimana tipe rumahnya. Ia mengambil contoh perumahannya. Ia memasarkan tipe 105/120 seharga Rp.2,4 milyar, tapi yang banyak diincar justru tipe 183/198 dan tipe 200/248 seharga Rp.4,5 – Rp.6 milyar, karena ruangannya lega dan lay out-nya optimal. Luas kamar utama saja 50 m2. “Untuk di daerah Jakarta rumah ukuran 180/200 seharga Rp.4,5 miliar an ke atas itu sudah termasuk kategori mewah.


Grisenda Pantai Indah Kapuk terdapat di depan pintu tol keluar Pantai Indah Kapuk yang membuatnya terjangkau dengan mudah. Dilengkapi pula dengan sekolah nasional plus dan internasional di dalam komplek sehingga memudahkan penghuninya.

Di Puri Indah (yang hanya beberapa kilometer dari Puri Botanical) harganya juga sudah tinggi. Sebagai perbandingan di Puri Botanical harga tanah masih Rp.7 juta an/m2, di Puri Indah sudah Rp.12 juta an sedangkan untuk daerah Pantai Indah Kapuk, perumahan Grisenda harga tanah sudah sekitar 14 – 16 juta per meternya karena aksesnya yang bagus ( tepat di pintu masuk dan keluar PIK ) serta sudah tersedia sekolah berskala internasioanl dan nasional plus di dalam komplek perumahan Grisenda pik . Sedangkan perumahan Goldcoast, Crown Golf , Lotus Palace dan Garden House PIK sudah di kisaran 25 jutaan per meternya. Masih di Jakarta Barat, Casa Jardine yang banyak melego rumah di atas satu miliar mencatat tipe125/90 dan 176/144 sebagai yang terlaris. Menurut GM Marketing , perumahannya membidik pengusaha generasi kedua, usia sekitar 35 – 40 tahun, mapan dan budgetnya tebal “Bujet mereka antara Rp.3 milyar – Rp.8 milyaran,” katanya. Mereka merasa cukup tinggal di rumah berkamar 3+1. Penjualan kedua tipe itu sekitar 50 persen dari transaksi yang mencapai 15-20 unit per bulan.

Desain

Selain harga, desain juga sangat mempengaruhi pilihan konsumen di Jakarta. Buktinya ketika BGM melansir cluster The Rome dengan rumah bergaya klasik Eropa, banyak yang senang. Sebelumnya BGM banyak membangun rumah bergaya mediterania. Sugeng mengatakan, di PIK desain klasik modern banyak penggemarnya. Terlebih tipe rumahnya pas, yakni 255/250 dan 200/220 seharga Rp.4,5 miliar an. “Dari 100 unit yang dipasarkan kini tinggal 10 unit,” ujarnya. Di luar BGM yang dominan desain modern minimalis seperti di Puri Botanical di Kebon Jeruk, Taman Grisenda, dan Town House Long Beach di PIK. Pantai indah kapuk boleh dibilang paling fenomenal penjualannya, rata-rata 40-50 unit/bulan.

Daftar rumah-rumah yang menganut konsep modern tropis di Jakarta dan kisaran harganya :

Data harga tanah berdasarkan transaksi di secondary market per Januari 2012 :

1.Taman Grisenda Pantai Indah Kapuk ( harga rumah : Rp.5 milyar – 11 milyar , harga tanah : 15 juta permeter )

2. Puri Indah – jakarta barat (harga rumah :1,5 milyar – 5 milyar, harga tanah : 12  juta – 14 juta/meter )

3.Grand Orchard Kelapa Gading ( harga rumah: 1,5 milyar – 3 milyar, harga tanah : 15 juta permeter )

4.Green Mansion Daan Mogot (harga rumah  1,5 milyar – 3 milyar )

5.Casa jardine Daan Mogot ( harga rumah :800 juta – 2,5 milyar )

6.Puri Botanical Kebon Jeruk ( harga rumah :1,5 milyar – 2,5 milyar, harga tanah : 4,5 juta- 5,5 juta permeter )

7.Puri Mansion di Puri Indah ( 1 milyar – 2,5 milyar )

8.Long Beach di Pantai Indah Kapuk ( 1,5 milyar – 2,5 milyar )

9.The Bukit di Ancol ( harga rumah :1,9 milyar – 3 milyar, harga tanah :8 juta permeter )

10.Gading kirana – Kelapa gading ( harga tanah 8 – 11 juta permeter )

11. Gading mediterania – Kelapa gading ( harga tanah 17 juta permeter )

12. Villa Permata gading – kelapa gading ( harga tanah 12 juta per meter )

13. Casa Goya – kebon jeruk ( harga rumah 1,5 milyar – 4 milyar)

14. Artha Gading – Kelapa gading ( harga tanah 13 juta – 15 juta per meter )

15. Layar – Pantai Indah Kapuk ( harga rumah 1 M – 5 M, harga tanah 7 – 9 juta per meter )

16. Sunter Garden  , harga tanah 12 juta per meter

17. Mediterania PIK , harga rumah 3 M – 8M, harga tanah 12 – 15 juta per meter

Empat Surga Rumah Mewah Di Jakarta

Mei 10, 2010 § Tinggalkan komentar

Kelapa Gading – Pantai Indah Kapuk – Puri Indah – Ancol , Surganya Perumahan Mewah Jakarta

Menipisnya stok lahan di Jakarta dan pengembangan mall-mall baru melahirkan segiempat Gading-PIK-Puri-Ancol sebagai hunian termewah di Jakarta

Akses baru selalu berarti pertumbuhan baru. Segiempat Gading-PIK-Puri-Ancol contohnya. Mencuat setelah dibukanya akses Jl Panjang dari Kedoya (Jakarta Barat) hingga Jl Arteri Permata Hijau (Jakarta Selatan) pada 1995, bersamaan dengan rencana pembangunan tol JORR seksi W2 (Ulujami – Kebon Jeruk). Puri Indah dilirik karena makin menipisnya lahan di Kembangan dan Kedoya.

Pengembangan properti di Kembangan sudah mengarah ke bangunan vertikal. Di atas lahan 11 ha dekat kantor Walikota Jakarta Barat misalnya, sebuah grup besar akan membangun superblok Paragon City . “Kehadiran superblok itu mempercepat pengembangan Kebon Jeruk dan Permata Hijau,” kata Ali Tranghanda, pengamat dan konsultan dari Indonesia Property Watch (IPW).

Sementara prospek PIK terangkat karena pengembangan CBD yang mengarah ke Senayan. Saat ini dua proyek dipasarkan: Taman Grisenda dalam mix use PIK dan superblok Green Bay Pluit . Kalau PLuit sudah penuh, kemana lagi orang lari kalau bukan ke PIK di sampingnya ?

“Dari Puri Indah atau Pondok Indah, Senayan dan Permata Hijau mudah dicapai dan tidak terkena three in one . Jadi, Puri Indah juga bisa jadi alternatif CBD,”

Jalan tembus

Prospek segiempat Gading-PIK-Puri-Ancol itu makin kuat, karena disanalah mall mall baru dikembangkan yaitu Mall Kelapa Gading, Mall of Indonesia, mall puri indah, mall artha gading, emporium pluit, pluit village dan mall pantai indah kapuk.

Karena menjadi back up Senayan dan stok tanahnya makin terbatas, di segiempat Gading-PIK-Puri-Ancol yang dikembangkan apartemen dan properti komersial. Yang sudah terbangun dan beroperasi antara lain BGM PIK, Casa Goya, Taman Grisenda PIK, Elang Laut Residence, Puri Botanical dan Ancol Mansion.

Dari jalan layang itu akan dibangun jalan tembus hingga ke Senayan dekat Permata Senayan atau di belakang Senayan City . Agus Wardono, Wakil Kepala Dinas Tata Kota DKI Jakarta, membenarkannya meskipun ia belum bisa menunjukkan rutenya. Ditambah akses monorel yang melewati kawasan Senayan, makin lengkaplah prospek Permata Hijau. “Tinggal membenahi kapasitas jalan dan sistem angkutan umum,” kata Ali. Saat ini di bawah jalan layang Kebayoran Lama dekat lokasi Gandaria City , dibangun underpass untuk memperlancar arus lalu lintas segiempat Gading-PIK-Puri-Ancol.

Landed residensial

Sementara pilihan landed residensial ada di Kebon Jeruk yang tanahnya masih cukup luas. Harga tanahnya antara Rp.4,5 jt – Rp5,5 juta/m2, dibanding Puri Indah dan PIK yang berkisar antara Rp5,5 jt – Rp8,5 juta. Jadi, yang tidak mampu membeli di Puri Indah atau PIK, bisa ke Kebon Jeruk.

Paling tidak ada enam perumahan yang masih dipasarkan. Yang paling luas Puri Botanical Residence di Jl Joglo Raya atau Jl Meruya Selatan (tergantung dari mana masuk). Terus menyusuri Jl Joglo Raya sampai Jl Soetomo, sekitar dua kilo dari Puri Botanical, ada Puri Beta. Tapi, lokasinya sudah masuk Ciledug (Tangerang) di Jl HOS Cokroaminoto (terusan Jl Ciledug Raya).

Berikutnya di Jl Pos Pengumben dipasarkan Permata Mediterania. Di Jl Panjang masuk beberapa ratus meter ke Jl H Kelik, ada Permata Regency. Sementara di Jl Kebon Jeruk berdiri Casa Goya Town House. Sedangkan di Jl Meruya Selatan, masuk ke Jl H Juhri hanya beberapa puluh meter dari kampus Universitas Mercua Buana, dikembangkan Meruya Residence. Ada lagi Taman Kebon Jeruk (Intercon) di Jl Meruya Ilir yang masih punya sisa lahan belasan hektar, tapi sampai kini belum dikembangkan.

Permata Regency

Meskipun terpencar-pencar, lokasi berbagai perumahan itu terhubung satu sama lain. Jl Pos Pengumben yang paling dekat dengan Permata Hijau, terhubung dengan Jl Joglo Raya. Jl Meruya Selatan bertemu Jl Joglo Raya dan Jl Meruya Ilir. Sementara Jl Meruya Ilir connect dengan Jl Kebon Jeruk melalui Jl Meruya Utara. Semua jalan terhubung dengan Jl Panjang dan rute tol JORR itu. Yang paling jauh dari tol JORR Jl Kebon Jeruk. Yang paling dekat Jl Joglo Raya dan Jl Meruya Ilir.

Semua perumahan dikembangkan rapi dalam cluster-cluster dengan jalan lebar dan mulus, serta jaringan infrastruktur di dalam tanah. Bentuk rumah dua lantai dengan model beragam. Puri Botanical dan Casa Goya menawarkan rumah bergaya modern tropis, Meruya Residence gaya mediterania. Sedangkan Permata Mediterania dan Permata Regency gaya modern minimalis dan mediterania. Di Permata Mediterania rumah di bulevar utama boleh dimanfaatkan sebagai tempat usaha.

Permata Regency dikembangkan dengan konsep garden house . Konsep itu relevan untuk kawasan Kebon Jeruk yang minim ruang hijau. Jadi, perumahan dilengkapi taman dengan banyak pohon plus taman di setiap rumah. Semua rumah tanpa pagar. Sementara persis di depan perumahan terhampar hutan kota Srengseng seluas 15 ha.

Lokasi perumahan yang masuk ke dalam sekitar 500 meter dari Jl Panjang, membuat hunian makin aman dan nyaman, tidak terganggu hiruk pikuk aktivitas di koridor jalan itu. Menurut Ali Hanafia L, Direktur Century 21 Pertiwi, sole agent perumahan itu, Permata Regency akan diperluas satu hektar. Yoenazh K Azhar, Samsul Arifin Nasution

Dua Puri di Jakarta Barat

Kalau di Kembangan yang tersohor Puri Indah, di Kebon Jeruk kelak boleh jadi Puri Botanical Residence. Lahannya paling luas dan lokasi strategis: diapit Jl Joglo Raya dan Jl Meruya Selatan dan akan dilintasi jalan tol. Selain dengan tol Ulujami–Serpong dan tol JORR seksi S (Pondok Pinang – Jagorawi), jalan tol itu nanti terhubung dengan tol bandara dan tol dalam kota melalui tol JORR seksi W1 (Kebon Jeruk – Penjaringan). Jadi, Puri Botanical mudah diakses dari dalam dan luar kota .

Pengembangan perumahan dengan konsep kebun raya ( botanical garden ) menjadi selling point tersendiri. Penanaman pohon-pohon tropis di kebun raya seluas lima hektar itu sudah dimulai September 2006. Kualitas pengembangan rumah, lingkungan, dan infrastrukturnya juga bisa lebih baik ketimbang perumahan lain di Kembangan. Puri Botanical sudah memulainya dengan cluster Eugenia yang menawarkan rumah-rumah bergaya new tropical modern, sesuai konsep kebun raya itu.

Integrated area

Dalam jangka panjang Puri Botanical berpotensi menghadirkan kawasan hunian, bisnis, dan rekreasi terpadu yang belum ada di Kebon Jeruk. Pasalnya, kalau Permata Hijau penuh, orang akan lari ke Kebon Jeruk. Menurut Sanusi Tanawi, Direktur PT Copylas Indonesia , rencana itu sudah masuk dalam master plan mereka.

Bagian wilayah perumahan di sepanjang jalur bakal jalan tol itu akan dikembangkan apartemen, properti komersial, hotel, rumah sakit, area rekreasi, dan lain-lain. “Jalur tol itu akan menjadi koridor bisnis paling komplit di Kebon Jeruk,” katanya. Ia sangat optimis dengan Puri Botanical. “Dalam waktu tidak lama harga kaveling di sini akan menyamai Puri Indah dan Pantai Indah Kapuk,” tambahnya.

Sejauh ini optimisme itu cukup beralasan. Harga tanah di Puri Botanical terus meningkat. Misalnya, rumah tipe 131/126 (LB/LT) yang tahun lalu dilepas Rp.900 juta, kini dijual Rp1,2 milyar(tunai satu bulan). Hal serupa terjadi di Permata Regency. Contoh, rumah tipe 117/119 yang awal 2005 dijual Rp590 juta, kini dilepas Rp708 juta (tunai keras). Sementara harga kaveling yang tadinya Rp3 juta/m2 kini Rp3,3 juta. Sedangkan di Puri Botanical Rp3,5 juta, di Meruya Residence Rp2,7 juta.

Kelanjutan tol JORR

Sayang, realisasi pembangunan tol JORR seksi W2 itu masih tertunda-tunda karena soal tanah. Kabar terakhir PT Jasa Marga menjalin kerjasama dengan BUMD (badan usaha milik daerah) DKI untuk menggarapnya. Direktur PT Jakarta Propertindo Riko Perlambang membenarkannya. Bentuk kerjasama masih dibahas: profit sharing atau revenue sharing . Begitu pula pengelolaannya.

“Yang jelas kedua pihak sama-sama punya saham di ruas itu,” kata Bambang Sulistyo, Sekretaris Perusahaan Jasa Marga. Ia berharap deal sudah tercapai akhir tahun ini. Menurutnya banyak benefit bermitra dengan DKI. “Misalnya, proses pembebasan tanah bisa lebih lancar. Harga tanah di sini mahal, rata-rata di atas Rp1 juta per meter,” ujarnya. Begitu tanah dibebaskan dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) setuju, konstruksi bisa diselesaikan dalam dua tahun.

Daftar Harga Rumah Baru Di Jakarta 2010 :

Pilihan Rumah Di Kebon Jeruk

Puri Botanical Residence lt/lb 200/220 Rp.2,3 milyar
Permata Mediterania lt/lb 180/190 Rp.2,2 milyar
Casa Goya lt/lb 200/220 Rp.2,6 milyar

Pilihan Rumah Di Ancol

The Bukit lt/lb 180/200 Rp. 2,1 milyar
The Green lt/lb 360/300 Rp.4,5 milyar
Jimbaran Residence lt/lb 180/200 Rp. 2, 5 milyar

Pilihan Rumah di Kelapa Gading

The Kew lt/lb 105/200 Rp.2.5 milyar
Royal Gading Mansion lt/lb 180/220 Rp. 2,2 milyar
Grand Orchard lt/lb 240/300 Rp.3,5 milyar

Pilihan Rumah di Pantai Indah Kapuk

BGM PIK lt/lb 144/180 Rp.2 milyar
Grisenda PIK Lt/lb 200/220 Rp.2,6 milyar
Crown Golf PIK lt/lb 225/250 Rp.3,5 milyar

Model Rumah Tropis Dan Modern 

Mei 9, 2010 § Tinggalkan komentar

Model Rumah Modern Tropis Sedang Trend

Bogor Nirwana Residence
Rumah Bergaya Tropical Modern

Tahun boleh berganti, tapi desain rumah yang ditawarkan Bogor Nirwana Residence (BNR), Bogor, belum beranjak dari tema modern. Jika sepanjang 2007 rumah-rumahnya didominasi gaya modern minimalis, mulai 2008 bergeser ke gaya tropical modern,  seperti dilansir di cluster Grand Hormony 1 (8 ha).
Di cluster ini akan dibangun 250 unit rumah mungil. Salah satunya tipe 47 dengan kaveling 7 x 15 meter seharga Rp262 juta. Grand Harmony 1 merupakan bagian dari cluster besar Grand Harmony (40 ha) yang di dalamnya akan dibangun sekitar 2.000 rumah.
Menurut Jo Edy Raspati, Chief Marketing Officer BNR, target pasarnya adalah para profesional muda, atau pasangan muda berusia 30-40 tahun, sudah bekerja sekitar lima tahun dengan gaji Rp5 juta/bulan.
Rumah ini merupakan hasil rancangan konsultan arsitek Niken Gun Ho Associate. Tampilan fasadnya cukup simple, tapi tidak terkesan monoton, karena arsiteknya menambahkan garis-garis horisontal pada bidang dinding yang menerus vertikal. Kesan dinamis muncul dari tambahan kanopi di atas jendela yang sekaligus menjadi ciri desain tropis. Sementara ciri modern kelihatan dari dominasi pemakaian kaca pada jendela.
Selain lebih clean, katanya, pemakaian kaca juga dimaksudkan agar penghuni memiliki pandangan bebas keluar. Pasalnya, dengan mengusung konsep green residence atau eco city, BNR (1000 ha) menonjolkan keasrian dan keindahan lingkungan dalam pengembangannya. Hadi Prasojo


CitraGran Cibubur
Rumah Colonial American Style

Memasuki tahun 2008 PT Sinar Bahana Mulia (Grup Ciputra) memperkenalkan rumah bergaya american colonial di perumahan CitraGran, Jl Transyogi, Bekasi, Jawa Barat. Menurut Ida Prastini, Marketing Manajer CitraGran, model rumah yang akan dikembangkan di cluster The Cyppress (4,5 ha) ini untuk menambah variasi pilihan konsumen, karena sepanjang 2007 penawaran rumah didominasi gaya modern minimalis.
Rencananya di cluster The Cypress akan dibangun sekitar 220 rumah dengan tujuh tipe pilihan. Terkecil tipe Obtusa (48/90) seharga Rp255 juta, dan terbesar tipe Gigan (100/180) Rp527 juta.
Yang menarik, kendati bangunan rumah satu lantai, tongkrongannya tidak kalah gagah dibanding rumah dua lantai. Fasadnya cukup manis dengan hiasan garis-garis lurus vertikal dan skylight dengan ornamen ukiran di bagian atas.
Menurut Adyaksa, General Coordinator Desain dan Perencanaan CitraGran, model rumah semiklasik ini disukai profesional muda berusia 35 – 40 tahunan yang mulai mapan. Mereka umumnya para pendatang dari desa atau dari luar daerah yang sukses di Jakarta, dan merasakan bagaimana susahnya mencari duit. “Makanya kalau beli rumah mereka senang dengan model rumah semiklasik yang lebih abadi,” katanya.
Untuk menyesuaikan dengan ukuran kavelingnya yang tidak luas (6 x 15 m), rancangan layout rumah tipe 48 dibuat standar. Dua kamar tidur yang mengapit kamar mandi diletakkan di satu sisi, sedangkan ruang serbaguna yang difungsikan untuk ruang tamu sekaligus ruang keluarga dan ruang makan diletakkan di sisi lainnya.
Model rumah semiklasik ini kelak juga akan dilengkapi lansekap yang mengarah ke tropical garden dengan beragam bunga, seperti kamboja merah dan takebuya dengan rumput di sela-selanya. Seluruh rumah di cluster The Cypress dipasarkan inden 12 bulan. Hadi Prasojo

Taman Grisenda – Pantai Indah Kapuk
Menitikberatkan Pada Fungsi Ruang

Model rumah bergaya modern minimalis di cluster grisenda, perumahan  pantai indah kapuk jakarta utara, ini merupakan yang teranyar. Desain fasadnya benar-benar baru, seperti model-model lain yang dilansir di beberapa cluster sebelumnya yang umumnya sold out hanya dalam beberapa bulan saja.
Rumah ini dirancang untuk keluarga besar berputera tiga dengan penghasilan per bulan di atas  Rp.30 juta. Karena itu developernya merancang desain ruang secara efektif dan mewah. Rumah dengan luas bangunan 200 m2 ini terdiri dari dua kamar tidur, ruang tamu sekaligus ruang keluarga, ruang menonton TV, ruang makan, dan dapur. “Dengan ukurannya yang besar, ragam ruangnya sudah lengkap,”
Jadi, soal kenyamanan rumah sangat tergantung kreatifitas pemiliknya, terutama dalam memilih warna cat dan perabot yang sesuai dengan kondisi ruang. Jika perabotnya banyak bersifat multifungsi dan bentuknya kompak, ruangan akan terasa lebih lega. Apalagi ditunjang plafon di bagian tengah yang cukup tinggi, sekitar 5 meter, dengan penyinaran alami yang cukup dari sejumlah jendela kaca di sekelilingnya.
Rumah dengan kaveling 6x 18 m ini dijual Rp. 1, 5 milyar. Spesifikasi bangunannya antara lain rangka atap baja ringan, kusen dan daun pintu dari aluminium, dan plafon gipsum dengan rangka besi holow.

Casa Goya di Kebon Jeruk dengan Rumah Height Ciling
Rumah bergaya modern classic ini merupakan salah satu model terbaru yang akan dikembangkan , perumahan ini terletak di daerah kebon jeruk jakarta barat. Bangunannya seluas 200 m2 dan dibangun di atas kaveling 8x 20 m.
Layout ruangannya cukup oke. Dua kamar tidurnya diletakkan di sisi kanan mengapit kamar mandi. Dapur dan kamar pembantu di sisi kiri, sementara ruang keluarga dan ruang makan di bagian tengah rumah.
Kelebihan rumah, memiliki plafon tinggi (height ciling), sekitar lima meter, sehingga interior rumah khususnya di ruang makan dan ruang keluarga, terasa amat lega. Apalagi dibantu penyinaran yang cukup melalui jendela kaca yang dipasang di atas pintu utama. Keberadaan dapur dengan pintu tersendiri juga menjadi nilai tambah lain tipe ini.
“Kami menawarkan konsep height ciling, selain membuat rumah lebih lega dan nyaman, juga memudahkan konsumen yang ingin menambah ruang dengan gaya mezanin,”
Pemakaian kayu pada rumah minim sekali. Rangka atap menggunakan baja ringan, kusen jendela dari UPVC, dan plafon papan gipsum dengan rangka besi holow. Hanya rangka dan daun pintu saja yang mungkin memakai kayu. Menurutnya  rumah dijual Rp.2 milyar – 5 milyar per unitnya.

CitraLand Surabaya
Desain Modern Classic dan Minimalis yang sedang trend.

Grup Ciputra di perumahan mewah CitraLand Surabaya, mengawali 2008 dengan menawarkan rumah modern tropis (tropical modern) di cluster Kings Town (10 ha). Ada beberapa tipe yang ditawarkan. Salah satunya tipe Arthur (85/120). Rumah dengan kaveling 8 x 15 m ini desainnya mengombinasikan unsur tropis dan minimalis.
Fasadnya diolah cukup cantik dan elegan dengan memasukkan berbagai unsur dan aksen. Ciri minimalisnya terlihat dari permainan garis horizontal dan vertikal, pemakaian kaca, dan batu alam. Arsiteknya juga memperbanyak bukaan sebagai respon atas panasnya kota Surabaya. Sementara ciri rumah tropis terlihat dari atapnya yang memiliki tritisan dan kanopi di atas pintu yang cukup lebar.
Secara umum desain ini tidak terlalu banyak berbeda dengan model rumah yang dipasarkan tahun lalu. Hanya arsiteknya mengolahnya lagi dengan memasukkan aksen berbeda sehingga tampak ada pembaruan. “Orang Surabaya senang dengan model rumah seperti ini, bentuknya benar-benar rumah, atapnya juga seperti kebanyakan rumah di Surabaya,” jelas Agung Krisprimandoyo, Marketing Manager CitraRaya.
CitraRaya akan menawarkan desain baru secara terus-menerus. Setiap tahap pemasaran yang jumlahnya sekitar 40 rumah selalu menawarkan desain baru. “Dengan begitu selalu ada pembaruan desain dan produk,” lanjutnya. Pilihan desain juga diselaraskan dengan konsep yang diusung CitraRaya: clean, green & modern city.
Tipe Arthur dengan jumlah kamar 2+1 dilego Rp487 juta. Pembangunannya menyita waktu delapan bulan. Rumah ini cocok untuk keluarga muda atau keluarga kecil dengan satu atau dua anak.
Rumah ini seperti tidak direkomendasi sebagai rumah tumbuh, karena sisa lahannya di bagian belakang sangat terbatas. Kecuali direnovasi total, misalnya dijadikan dua lantai. Hanya biayanya besar. Karena itu kalau butuh lebih dari empat ruang sebaiknya memilih tipe Alfred dengan kamar 3+1 seharga Rp562 juta. Hadi Prasojo

Bintaro Jaya
Mengandalkan Penataan Ruang

Kaveling yang tidak luas, 7 x 12 m, jika penataannya tepat bisa dibangun rumah dua lantai seluas 92 m2 dengan tiga kamar tidur plus satu kamar pembantu. Lantai bawah seluas sekitar 52 m2 untuk satu kamar tidur, satu kamar pembantu, ruang makan dan ruang keluarga sekaligus ruang tamu. Sementara dua kamar lain di lantai atas (sekitar 40 m2). “Space kosong di depan kamar lantai atas bisa juga dipakai untuk ruang menonton TV,” kata Helly S Tambunan, Manager Marketing PT Jaya Real Property, developer Bintaro Jaya.
Yang menarik, ketiga kamar tidur rumah ini dilengkapi bukaan dari kaca yang cukup lebar menghadap ke halaman depan sehingga terkesan lebih lapang dan sirkulasi udaranya menjadi lancar.
Rumah seharga Rp432 jutaan di subcluster Emerald Terrace (4,5 ha), cluster Emerald Residence, Bintaro Jaya-Tangerang (Provinsi Banten) ini didesain bergaya modern minimalis, sebagai penyempurnaan desain rumah sekelas yang telah dikembangkan di subcluster Emerald Townhouse. Karena itu tampilannya pun jauh berbeda. Fasad rumah kelihatan lebih manis dengan ornamen batu alam dipadu cat warna krem. Developernya PT Jaya Real Property, memasarkan rumah ini awal 2008. Ada 224 rumah yang dikembangkan di subcluster ini. Joko Yuwono

Hunian Light Design dari BSD City
Memasuki 2008 PT Bumi Serpong Damai menawarkan rumah baru di kawasan paling anyar GreenCove (29 ha), BSD City, Tangerang, Banten.  Modelnya masih seperti yang dilansir tahun lalu, belum keluar dari langgam modern. “Tapi, desainnya terasa lebih ringan, light design,” kata Handrean Hidayat, GM Marketing SBU Housing I, BSD City.
Fasad rumah tetap memakai ornamen batu alam. Hanya aplikasinya terbatas pada satu bidang dinding sebagai aksen sekaligus penyeimbang pemakaian kaca transparan yang cukup dominan. Sementara bidang-bidang dinding lain diplaster halus dengan finishing cat weathershield warna monokromatik abu-abu. Tidak ada dinding yang diplaster dengan pola garukan lagi.
Kelebihan lain dari rumah ini desainnya juga disesuaikan dengan iklim tropis, seperti terlihat pada atap yang tinggi berbentuk perisai dengan tritisan cukup lebar. Juga, dari ukuran jendela yang besar-besar dan transparan dengan kanopi lebar di atasnya.
Menurut Handrean, desain rumah juga diselaraskan dengan isu pemanasan global: hemat listrik dan dikembangkan di lingkungan yang hijau. Karena itu di lahan seluas 29 ha itu hanya akan dibangun sekitar 600 rumah dengan delapan tipe. Salah satunya tipe 205/200 seharga Rp1,108 miliar.
Rumah ini memiliki empat kamar tidur plus satu kamar pembantu. Satu kamar di lantai bawah dan tiga lainnya termasuk master bedroom di lantai atas. Antara ruang tamu, ruang makan yang menyambung ke ruang dapur, serta ruang keluarga dibuat saling menyambung sehingga ruangan terkesan plong. Joko Yuwono

Modern Tropis dari Summarecon Serpong
Mengawali 2008 Grup Summarecon kembali melansir model rumah modern tropis dua lantai di cluster Aquamarine Residence, Pondok Hijau Golf (PHG), Summarecon Serpong, Tangerang, Banten. Selain menyesuaikan dengan iklim tropis, juga untuk meladeni permintaan konsumen. “Banyak konsumen yang meminta kami kembali memasarkan rumah yang modelnya sama dengan di cluster Jade,” ujar Magdalena Yuliati, General Manager Planning & Design Summarecon Serpong.
Singkat kata, desain rumah di cluster Aquamarine merupakan penyempurnaan rumah modern  tropis di cluster Jade. Penyempurnaan antara lain terlihat pada kanopi jendela dan balkon yang dibuat lebih lebar agar efektif menahan sinar matahari dan tampias hujan. Juga menambahkan ornamen batu alam di sebagian dinding agar rumah terlihat lebih alami.
Dalam perancangan rumah developer juga memerhatikan isu lingkungan. Misalnya, banyak memakai bahan bangunan nonkayu: rangka atap baja ringan, kusen dan jendel dari aluminium. Untuk menghemat listrik, plafonnya dibuat tinggi (3,3 m) dan ukuran jendela didesain serba besar guna memperlancar sirkulasi udara di dalam rumah.
Bahkan, untuk menjaga kelancaran sirkulasi udara itu, developer membuat aturan yang melarang konsumen menghabisi tanah kosong di belakang untuk pengembangan ruang. Minimal masih disisakan sekitar 12 m2. “Dengan regulasi itu kami harapkan rumah tetap nyaman meskipun tidak memakai AC,” jelas Magdalena.
Di cluster teranyar ini developer menawarkan empat tipe pilihan. Salah satunya tipe 181/200 dengan kaveling 10 x 20 meter seharga Rp938 juta. Memiliki empat kamar tidur, satu di lantai bawah dan tiga termasuk master bedroom di lantai atas. Dengan penataan seperti itu, ruang di lantai bawah menjadi amat lega. Apalagi antara ruang tamu, ruang makan, dan ruang keluarga, dibuat tanpa sekat. Sementara ruang servis: dapur dan kamar pembantu dibuat sekat permanen. Dengan demikian privasi pemilik rumah lebih terjaga. Samsul A Nasution

Telaga Golf Sawangan
Menawarkan Desain Retrodeco

Mengawali tahun 2008 PT Cisadane Perdana melansir rumah dua lantai model retrodeco di cluster Nort Espanola, Telaga Golf Sawangan, Depok, Jawa Barat. Model ini diharapkan bisa menjadi alternatif pilihan konsumen yang sudah mulai jenuh dengan gaya modern minimalis. “Retrodeco kami posisikan sebagai peralihan dari gaya modern minimalis ke art deco,” kata Bambang Wicaksono, Manager Teknik Telaga Golf Sawangan.
Makanya nuansa modern minimalisnya masih ada, tidak langsung hilang.  Sentuhan gaya modern minimalis itu terlihat pada satu bidang dinding yang dicat gelap dengan garis-garis horizontal yang terletak di antara garasi dan teras. Sementara gaya art deco diaplikasikan pada pintu dan jendela yang serba tinggi, railing balkon, dan bukaan di atas balkon.
Dengan model retrodeco rumah jadi kelihatan lebih simple, clean, dan modern. Cocok untuk keluarga mapan. Karena itu semua tipe rumah yang ditawarkan ukurannya cukup untuk mengakomodir kebutuhan ruang mereka.
Salah satunya adalah tipe Mallorca dengan luas bangunan 175 m2 yang dibangun di atas kaveling 10 x 20 m. Rumah memiliki tiga kamar tidur, dengan master bedroom di lantai bawah dan dua kamar lain di lantai atas. Dengan penataan seperti itu ruang privat di lantai bawah terasa lega. Apalagi antara ruang tamu, ruang makan, dan ruang keluarga dibuat tanpa sekat. Guna menunjang privasi penghuni, antara ruang privat dan ruang servis seperti garasi, dapur dan kamar pembantu disekat permanen. Samsul

Harapan Indah
Konsisten Dengan Modern Tropis

Memasuki 2008 Damai Putra Group (DPG), developer perumahan Harapan Indah, Bekasi, tetap konsisten mengembangkan rumah bergaya modern minimalis. Itu bisa dilihat di cluster paling gres Taman Cemara (5 ha). Rumah yang ditawarkan hanya 54 unit, semuanya dua lantai, seharga Rp1,4 – Rp2,5 miliar per unit.
Developer menyediakan tujuh pilihan. Salah satunya tipe Norvox dengan luas bangunan 337 m2 dan kaveling 345 m2. Rumah yang dibanderol Rp1,9 miliar ini fasadnya diolah dengan memasukkan unsur modern dan tropis.
Ciri tropis tampak pada atap berbentuk perisai dengan teritisan cukup lebar, dan pada sejumlah kanopi di atas jendela, pintu, dan garasi yang juga dibuat cukup lebar. “Sementara unsur modern diwakili oleh banyaknya pemakaian kaca,” kata Minarni, Lead Architect DPG.
Model rumah modern tropis di cluster Taman Cemara ini merupakan pembaruan dari desain-desain yang telah dipasarkan sebelumnya di cluster Harmoni, Aralia, Heliconia, dan Ifolia yang range harga rumahnya antara Rp200 – Rp900 jutaan.
Menurut Budiman Kusnandar, Marketing Manager Damai Putra Group, pengembangan hunian modern tropis di cluster Taman Cemara untuk memberikan alternatif hunian yang nyaman dan eksklusif. Konsep clusternya disesuaikan dengan kelas rumah yang dibangun. Lingkungan cluster dirancang menjadi kawasan hijau dan asri dipadu barisan pohon cemara yang ditanam di kiri dan kanan jalan lingkungan.
Rumah cocok untuk keluarga besar. Lantai satu saja luasnya sekitar 200 m2. Garasi dan carport mampu menampung empat mobil. Jumlah kamarnya 4+1, kamar utama berukuran 10 x 4 m ditempatkan di lantai bawah. Sedangkan tiga kamar lain plus dua kamar mandi di lantai atas. Layout-nya kompak dan mengalir. Service area seperti dapur, kamar pembantu, gudang, dan tempat mencuci ditata mengelompok dan terkoneksi dengan garasi. Sementara ruang keluarga yang didesain menyambung dengan ruang makan terkoneksi dengan taman belakang yang cukup luas.

Daftar rumah-rumah yang menganut konsep modern tropis di Jakarta dan kisaran harganya :

1.Taman Grisenda Pantai Indah Kapuk ( 2 milyar – 3,5 milyar )
2.Casa Goya Kebon Jeruk ( 1,5 milyar – 3 milyar )
3.Grand Orchard Kelapa Gading ( 1,5 milyar – 3 milyar )
4.Green Mansion Daan Mogot ( 1,5 milyar – 3 milyar )
5.Casa jardine Daan Mogot ( 800 juta – 2,5 milyar )
6.Puri Botanical Kebon Jeruk ( 1,5 milyar – 2,5 milyar )
7.Puri Mansion di Puri Indah ( 1 milyar – 2,5 milyar )

Pilihan Rumah Di Tengah Kota Jakarta

April 27, 2010 § Tinggalkan komentar

Pilihan Hunian  Di Dalam Kota Jakarta

Harga rumah meningkat seiring makin lengkapnya fasilitas di kawasan.

Di Jakarta saat ini ada tiga perumahan berfasilitas lengkap yang masih dipasarkan. Yaitu, Puri Indah (Jakarta Barat), Kelapa Gading di Jakarta Utara, dan Pantai Indah Kapuk (PIK)di Jakarta Utara. Semuanya dikembangkan sebagai township alias kota dalam kota, dilengkapi town management yang merawat fasilitas dan utilitas di kawasan. Sejumlah developer yang tergabung dalam REI sedang menggagas kemungkinan town management swasta itu bisa melanjutkan pengelolaan meskipun pengembangan sudah tuntas. Pasalnya, di kawasan developer tetap memiliki bisnis dan karena itu berkepentingan memelihara image-nya.

Puri Indah
Perumahan yang dikembangkan mulai 1990 ini menarik, karena dengan luas 200 ha, fasilitasnya bak kota baru. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tersedia pusat belanja seluas 147.000 m2 (gross) dengan nama Mall Puri Indah, Depsto Matahari, Toko Buku Gramedia, Cineplex 21, Hypermart dan lain-lain.
Untuk sarana kesehatan ada RS Puri, dan akan menyusul rumah sakit umum. Sedangkan untuk pendidikan tersedia sekolah nasional plus BPK Penabur (TK-SMU) yang dilengkapi sport club. Sementara untuk usaha ada pusat bisnis dengan 700 unit ruko/rukan (masih dipasarkan 100 unit), ditambah supermarket bahan bangunan Mitra 10. Harga rumahnya berkisar dari 2 milyar sampai dengan 10 milyar per unitnya. Dengan dibukanya akses JORR W1 maka mobilitas dari puri menuju Kapuk dan Pluit akan semakin meningkat.

Kelapa Gading (500 ha)
Bila menginginkan rumah di township yang benar-benar sudah jadi kota dalam kota, Summarecon Kelapa Gadinglah pilihannya. Kota ini sudah di-develop PT Summarecon Agung Tbk sejak 1975. Jadi, fasilitasnya bukan hanya komplit tapi juga banyak. Mal Kelapa Gading (MKG) misalnya, dari semula satu sudah berkembang menjadi empat (MKG 1 – 5) dengan luas di atas 150 ribu m2.
Fungsinya pun bukan sekedar tempat belanja tapi sudah berkembang menjadi pusat gaya hidup, dilengkapi food & life style destination Gading Food City dan La Piazza di sebelahnya. Secara berkala di tiga tempat yang terkoneksi satu sama lain itu digelar fashion and food festival. Sedangkan rumah sakit ada Mitra Keluarga dan Gading Pluit. Sekolah (TK-SMU) lebih banyak lagi. Di antaranya BPK Penabur, Don Bosco, North Jakarta International School (NJIS), Taipei International School, dan Al Azhar.
Sementara untuk olah raga dan leisure ada Klub Kelapa Gading dengan fasilitas superlengkap mulai dari kolam renang, fitness centre, gym & spa, sampai lapangan tenis, serta taman kota. Itu belum menyebut club house di sejumlah cluster eksklusif, khusus untuk penghuninya. Fasilitas lain office building, hotel, ribuan ruko yang sudah full aktif, pasar modern, Farmers Market, sampai bursa mobil, gedung resepsi, rumah ibadah, low rise apartment Summerville dan high rise apartment The Summit. Pendeknya, ramai dan riuh.
“Saat ini Summarrecon Kelapa Gading dihuni 12.000 – 15.000 KK,” kata Adrianto P Adhi, Executive Director PT Summarecon Agung Tbk. Sebagian fasilitas itu berhimpun di CBD Kelapa Gading yang disebut Sentra Kelapa Gading (20 ha). Hunian dibangun mengelilingi areal CBD dalam radius beberapa ratus meter sampai 1,5 km. Rumah yang ditawarkan sudah sedikit. Terpencar di beberapa cluster kecil (di bawah empat hektar) seperti The Kew Garden Residence, Riviera Garden, dan yang terbaru The Nirwana Garden.
Di The Kew misalnya, tinggal dua unit dari total 33 unit yang dipasarkan. Yang masih agak banyak di Nirwana Garden (16 unit), dengan harga mulai dari Rp900 jutaan termasuk PPN. Selain itu ditawarkan juga kaveling siap bangun di beberapa titik. Seperti di blok WE-01 No 10, Jl Pelepah Kuning 1, seluas 148 m2 dengan harga Rp4,75 juta/m2 (tunai enam bulan) belum termasuk PPN.
Kaveling ini berada di kawasan pengembangan lama (non cluster) dalam radius beberapa ratus meter dari MKG. Sementara kaveling paling elit di dalam kawasan Kelapa Gading yang juga sudah memakai sistem cluster yaitu Bukit Gading Villa yang juga dekat dengan MKG dan Mall Of Indonesia harganya sudah mencapai 15 juta an per meternya.

Pantai Indah Kapuk (1000 ha)
Township yang dikembangkan PT Multi Artha Pratama (kongsi Agung Sedayu Group-Agung Podomoro Group-Salim Group), ini dalam proses “menjadi”. Karena itu prospek pertumbuhannya masih tinggi. Dari 1000 ha lahannya yang sudah dikembangkan baru 70 persen. Sebelumnya 200 ha kawasan PIK sudah dikembangkan PT Mandara Permai dan beberapa developer lain sejak 1990-an, dengan fasilitas RS PIK, Damai Indah Golf Course 18 holes, dan komplek ruko.
Fasilitas itu makin komplit sejak PT Multi Artha Pratama melanjutkan pengembangan pada 2003. Sekolah misalnya, ada Singapore International School (TK-SMP) di Kompleks camar, Bina Bangsa (TK-SMP) di kompleks Long Beach, BPK Penabur (TK-SD) di kompleks Layar, dan Pelangi Kasih (TK-SMA ) di kompleks Grisenda. Sementara untuk tempat belanja segera rampung Mall Pantai Indah kapuk dan pasar modern Fresh Market dan Festival Market yang pengelolaannya akan ditangani Surbana Corporation (Singapura). Ditambah ratusan rukan eksklusif di sepanjang bulevar utama menuju jalan tol, berhadapan dengan Waterbom dan padang golf, yang sudah beroperasi.
Sedangkan untuk rekreasi telah dibuka arena rekreasi air Waterbom (5 ha), selain empat club house di sembilan cluster pengembangan tahap pertama (100 ha): Akasia, Cendana, Damar, Flamboyan, Johar, Johar Hijau, Kenari, Kenari Hijau, dan Eboni. Ke depan akan dibangun mal, supermarket, rumah sakit khusus penyakit tertentu seperti jantung, Sekolah Tzu Chi (TK-Politeknik), apartemen, hotel, dan gedung kantor.
Rumah yang sudah terbangun 4.000 unit. Sekitar 3.000 unit sudah dihuni. “Tingkat hunian perumahan meningkat seiring kian lengkapnya fasilitas,” kata Menurut Sugeng Khengadi, Marketing Manager Bukit Golf Mediterania. Perumahan aman dari banjir karena menerapkan sistem polder untuk mengendalikan air.
Saat ini dipasarkan rumah di kawasan Layar Mediterania (50 ha) tanpa cluster, Mediterania Boulevard (66 ha) dengan empat cluster: The Rome (11 ha), Grisenda (35 ha ), Katamaran (25 ha), Florence (20 ha), dan Venice (10 ha), serta Garden House (25-30 ha), dan Gold Coast Residence (16-20 ha). Harganya di kisaran 1,5 milyar sampai 4 milyar per unitnya.
Perumahan memiliki akses tol langsung ke jalan tol bandara sejak Oktober 2004. Bila kelak tol JORR Kembangan-Penjaringan yang berujung di kawasan PIK beroperasi, tingkat hunian dan nilai rumah di Bukit Golf Mediterania dan perumahan lain di kawasan PIK akan kian meningkat. “Apalagi, kami township paling luas di Jakarta yang masih dipasarkan,” ujarnya.

Pengaruh Fasilitas dan Akses
Menurut Juan, fasilitas sangat mempengaruhi nilai rumah selain akses. Perumahan PIK misalnya , jika pada tahun 2000 harganya masih sekitar 3 jutaan permeternya , namun dengan dibangunnya jalan tol langsung dan Mall serta rukan2 maka sekarang rata-rata sudah di atas 5 juta permeter, bahkan cluster baru yang bernama Gold Coast Village harganya sudah mencapai 12 juta permeternya.

Sekarang harga tanah tertinggi sudah Rp.20 juta permeter di Bukit gading Villa yang terletak di Kelapa Gading .Di Puri telah mencapai 9 juta permeter sedangkan di PIK yaitu Gold Coast ( 12 juta permeter) dan Crown Golf (12 juta per meter )“Jadi, fasilitas dan akses yang mengangkat harga kita, bukan digoreng,” kata Juan. Apalagi, dalam radius lima kilometer dari lokasi perumahan banyak terdapat mal dan rumah sakit, sehingga pada akhir pekan pusat belanja itu dikunjungi 35 ribu orang, dan sekitar 10 ribu pada hari biasa.

Adrianto sepakat dengan pendapat Juan. “Yang penting pengadaan fasilitas itu mengikuti master plan sehingga tidak mengganggu ketenangan hunian dan mudah diakses,” katanya. Sugeng menambahkan, di Bukit Golf PIK saat ini yang paling cepat naik nilainya adalah rukan. “Rukan Cordoba berukuran 5 x 5 tiga lantai yang pada 2005 dijual Rp1,5 miliar, sekarang sudah Rp2,2 miliar,” ujarnya. Sementara rumah tipe Rome (PIK ),(lt.200) yang pada 2007 dijual Rp.2 milyar, kini sudah Rp.2,7 miliar.

Daftar Harga Rumah di Puri, Kelapa Gading dan PIK

Puri Indah
lt.150,lb 200 Rp.2,2 milyar
lt.300,lb.340 Rp.4,7 milyar

Pantai Indah Kapuk
Layar lt.90, lb.150 Rp.1,3 milyar
Grisenda lt.200, lb 250 Rp.2,5 milyar
Florence lt.180, lb 250 Rp.2.4 milyar
BGM lt.270,lb.290 Rp.2,9 milyar

Kelapa Gading
Grand Orchard lt.240,lb.300 Rp.3,2 milyar
Bukit Gading Mediterania lt.200, lb.250 Rp.3 milyar

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with perumahan at Indonesia Housing And Property News.