Arsitektur Gereja Regina Caeli – Pantai Indah Kapuk

Juli 1, 2010 § Tinggalkan komentar

GEREJA “KAPAL” YANG MENZAMAN

Gereja Katolik yang secara umum sering menggambarkan bergaya klasik kali ini tampil dalam desain modern. (IDEA, 47/IV/2007, hm.112). bila dipandang dari jauh, Gereja Regina Caeli nampak seperti kapal yang sedang berlayar menuju suatu pelabuhan dengan nahkodanya adalah salib Yesus. Semakin dekat mata memandang keunikan dan kekhasannya semakin terasa pula. Walaupun material yang digunakan sederhana, gereja ini ramah lingkungan dan bahkan menyatu dengan sejuknya hutan bakau yang terbentang di pinggir pantai. Menatap dari dekat, gereja ini seperti rumah panggung raksasa. Dibawahnya ada “kolong” (basement untuk lokasi parkir) yang di sana sini berdiri tiang yang kokoh menyangga bangunan Gereja Regina Caeli.  Pengunjung gereja Regina Caeli rata2 berasal dari warga Pantai Indah Kapuk yaitu kompleks BGM, Mediterania, camar , Grisenda , Elang laut dan Goldcoast PIK. Untuk masuk ke dalam gereja, umat melewati tangga yang cukup lebar dan cukup landai. Tersedia juga akses untuk umat yang menggunakan kursi roda. Didepan pintu masuk gereja terdapat dua kolam disisi kiri dan kanan, yang menambah suasana alami. Begitu masuk pintu gereja, mata langsung tertuju ke altar ; sementara di dinding sisi kiri-kanan gereja, terpampang empat belas pahatan tembaga perhentian jalan salib. Sebelum gereja ini dibangun memang ada pertimbangan mendasar. Pertama, pertimbangan luas lahan. Gereja dibangun di atas tanah seluas 6.868 m2 dengan kapasitas kurang lebih 1000 orang umat. Kedua, lokasi gereja ini terletak dibatas perumahan Pantai Indah Kapuk dengan latar belakang hutan bakau. Ketiga, perubahan persepsi dan penilaian terhadap berbagai hal termasuk dalam hal keagamaan yang terus berkembang.

Menyatu dengan Alam
Atas dasar pertimbangan itulah, Ir. Sardjono Sani, M. Arch. merancang bangunan Gereja Regina Caeli. Dinding di belakang altar sengaja tidak ditutup dengan tembok, tetapi menggunakan kaca transparan, sehingga rimbunnya kehijauan hutan bakau menjadi bagian yang menyatu dengan gereja.

Menurut Sardjono Sani, sang arsitek gereja ini, hal tersebut sebetulnya untuk memberi suatu dimensi baru terhadap persepsi ujud yang namanya Gereja. Desain gereja yang kita kenal selama ini menurutnya desain lama yang sudah dipakai dalam kurun waktu yang panjang. Padahal, zaman telah berubah. Semua perubahan mengenai persepsi ini diakomodasikan dalam desain gereja ini agar lebih mengapresiasi kekinian. Tembok di belakang gereja dibiarkan transparan supaya menyatu dengan asrinya hutan bakau yang ada di belakangnya. Salib Yesus yang berukuran besar dipasang pula pada bagian luar (menara). Dengan begitu Gereja Regina Caeli tampak seperti kapal dengan nahkodanya adalah Salib Yesus. Ini juga menjadi satu petunjuk bahwa estetika interior dan eksterior terpadu menjadi satu, membentuk arsitek yang terbuka. Konsep bangun gereja ini tidak memisahkan antara bagian dalam dengan bagian luarnya. 

Altar sebagai Sentral
Kekhasan lain ge reja ini adalah ruangan dalam gereja yang sengaja dibuat dengan kesan redup. Lantai, misalnya dipilih warna gelap. Pilihan warna dinding dan plafond pun sengaja tidak terang. Lightingnya dirancang dengan berpusat pada altar dan memberi aksen pada jalan salib. Konsep ini dimaksudkan agar umat yang mengikuti misa tertuju pada satu titik saja yakni altar sebagai sentralnya. Hal lain yang mencolok dari gereja ini ialah ditampilkannya tekstur-tekstur yang berbentuk salib. AC yang berada tepat diatas lorong tengah menuju altar, lampu sumber cahaya dalam ruangan dan side jendela berbentuk salib. Keunikan lainnya adalah tempat air suci yang diletakkan di luar gereja. Sedangkan untuk tempat pengakuan dosa, dibuatkan ruang yang bisa masuk cahaya. Saat mengaku dosa kita tidak menghadap pastor tetapi menghadap ke salib. Itu adalah suatu persepsi, pemaknaan yang juga baru. Banyak harapan terkandung dalam desain Gereja “KAPAL” ini. Intinya perpaduan estetika, desain interior (ruang) dan simbol-simbol katolik yang penuh makna, yang diharapkan dapat menghantar umat Regina Caeli lebih dekat lagi dengan Allah melalui altar dan salib Kristus sebagai sentralnya.
Karena keunikan dan kekhasannya ini, gereja Regina Caeli pernah diliput oleh Metro TV dan beberapa terbitan semacam Atlas Dunia, majalah IDEA, majalah HOME dan pernah pula diliput oleh majalah mingguan TEMPO.

Tagged: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Arsitektur Gereja Regina Caeli – Pantai Indah Kapuk at Indonesia Housing And Property News.

meta

%d blogger menyukai ini: