Sunter , Puri Indah dan Pantai Indah Kapuk

Mei 16, 2010 § Tinggalkan komentar

Di Jakarta semua orang tahu daerah sunter ,puri dan pik.  Jika ditanya apa pendapatnya maka bisa dipastikan semua daerah tersebut adalah daerah favorit. Di Sunter, keunggulannya adalah lokasi yang strategis dan dekat dengan pusat hiburan Kelapa Gading. Di Puri dan PIK keunggulannya adalah fasilitas yang lengkap dan bebas dari banjir.

Derah elit di Sunter adalah Sunter Metro, Sunter Paradise 3 , Sunter Bisma dan Sunter Garden. Harga di cluster-cluster tersebut sudah menyamai harga tanah di Puri Indah , Permata Buana dan Grisenda PIK  yaitu sekitar 5 jt sampai 7 jutaan permeternya.

Keunggulan Puri Indah adalah fasilitas nya yang lengkap seperti Pantai Indah Kapuk, lengkap namun bebas banjir. Daerah di PIK seperti cluster Manyar dan Taman Grisenda harga permeternya sudah mencapai 6 jutaan permeternya , sama dengan harga tanah di Puri Indah, Puri Kencana dan Permata Buana dan setingkat di atas harga tanah di perumahan-perumahan sunter. Sedangkan kelemahan dari daerah sunter adalah penataannya yang masih kurang bagus akibat banyaknya pabrik-pabrik di tengah-tengah perumahan warga. Tetapi hal tersebut tidak menghalangi kenaikan harga di sunter. Perumahan Sunter Paradise 3 dan Sunter Metro misalnya, kedua daerah terelit di sunter ini sudah mencapai 6,5 juta per meter persegi tanahnya.

Daftar Harga Rumah di  :

Sunter Metro : lt 200/lb.220   Rp.2.6 milyar

Sunter Paradise 3 : lt.180/lb.240  Rp.2,5 milyar

Sunter Bisma  : lt.200/lb.220   Rp.2,2 milyar

Puri Indah : lt.200/lb.250   Rp.3,2 milyar

Permata Buana : lt.170/lb/220  Rp.2,2 milyar

Puri Kencana :lt.180/lb.230  Rp. 2,2 milyar

Grisenda PIK  : lt.200/lb.240   Rp. 2,6 milyar

Manyar PIK : lt.180/lb.230  Rp. 2,4 milyar

Elang Laut Residence PIK : lt.300/lb.305  Rp. 3,6 milyar

Town House Long Beach PIK : lt.90/lb.120  Rp. 1,5 milyar

Garden House PIK : lt.250/lb.300  Rp. 3,6 milyar

Sumber: Studi Properti Indonesia Mei 2010

Empat Surga Rumah Mewah Di Jakarta

Mei 10, 2010 § Tinggalkan komentar

Kelapa Gading – Pantai Indah Kapuk – Puri Indah – Ancol , Surganya Perumahan Mewah Jakarta

Menipisnya stok lahan di Jakarta dan pengembangan mall-mall baru melahirkan segiempat Gading-PIK-Puri-Ancol sebagai hunian termewah di Jakarta

Akses baru selalu berarti pertumbuhan baru. Segiempat Gading-PIK-Puri-Ancol contohnya. Mencuat setelah dibukanya akses Jl Panjang dari Kedoya (Jakarta Barat) hingga Jl Arteri Permata Hijau (Jakarta Selatan) pada 1995, bersamaan dengan rencana pembangunan tol JORR seksi W2 (Ulujami – Kebon Jeruk). Puri Indah dilirik karena makin menipisnya lahan di Kembangan dan Kedoya.

Pengembangan properti di Kembangan sudah mengarah ke bangunan vertikal. Di atas lahan 11 ha dekat kantor Walikota Jakarta Barat misalnya, sebuah grup besar akan membangun superblok Paragon City . “Kehadiran superblok itu mempercepat pengembangan Kebon Jeruk dan Permata Hijau,” kata Ali Tranghanda, pengamat dan konsultan dari Indonesia Property Watch (IPW).

Sementara prospek PIK terangkat karena pengembangan CBD yang mengarah ke Senayan. Saat ini dua proyek dipasarkan: Taman Grisenda dalam mix use PIK dan superblok Green Bay Pluit . Kalau PLuit sudah penuh, kemana lagi orang lari kalau bukan ke PIK di sampingnya ?

“Dari Puri Indah atau Pondok Indah, Senayan dan Permata Hijau mudah dicapai dan tidak terkena three in one . Jadi, Puri Indah juga bisa jadi alternatif CBD,”

Jalan tembus

Prospek segiempat Gading-PIK-Puri-Ancol itu makin kuat, karena disanalah mall mall baru dikembangkan yaitu Mall Kelapa Gading, Mall of Indonesia, mall puri indah, mall artha gading, emporium pluit, pluit village dan mall pantai indah kapuk.

Karena menjadi back up Senayan dan stok tanahnya makin terbatas, di segiempat Gading-PIK-Puri-Ancol yang dikembangkan apartemen dan properti komersial. Yang sudah terbangun dan beroperasi antara lain BGM PIK, Casa Goya, Taman Grisenda PIK, Elang Laut Residence, Puri Botanical dan Ancol Mansion.

Dari jalan layang itu akan dibangun jalan tembus hingga ke Senayan dekat Permata Senayan atau di belakang Senayan City . Agus Wardono, Wakil Kepala Dinas Tata Kota DKI Jakarta, membenarkannya meskipun ia belum bisa menunjukkan rutenya. Ditambah akses monorel yang melewati kawasan Senayan, makin lengkaplah prospek Permata Hijau. “Tinggal membenahi kapasitas jalan dan sistem angkutan umum,” kata Ali. Saat ini di bawah jalan layang Kebayoran Lama dekat lokasi Gandaria City , dibangun underpass untuk memperlancar arus lalu lintas segiempat Gading-PIK-Puri-Ancol.

Landed residensial

Sementara pilihan landed residensial ada di Kebon Jeruk yang tanahnya masih cukup luas. Harga tanahnya antara Rp.4,5 jt – Rp5,5 juta/m2, dibanding Puri Indah dan PIK yang berkisar antara Rp5,5 jt – Rp8,5 juta. Jadi, yang tidak mampu membeli di Puri Indah atau PIK, bisa ke Kebon Jeruk.

Paling tidak ada enam perumahan yang masih dipasarkan. Yang paling luas Puri Botanical Residence di Jl Joglo Raya atau Jl Meruya Selatan (tergantung dari mana masuk). Terus menyusuri Jl Joglo Raya sampai Jl Soetomo, sekitar dua kilo dari Puri Botanical, ada Puri Beta. Tapi, lokasinya sudah masuk Ciledug (Tangerang) di Jl HOS Cokroaminoto (terusan Jl Ciledug Raya).

Berikutnya di Jl Pos Pengumben dipasarkan Permata Mediterania. Di Jl Panjang masuk beberapa ratus meter ke Jl H Kelik, ada Permata Regency. Sementara di Jl Kebon Jeruk berdiri Casa Goya Town House. Sedangkan di Jl Meruya Selatan, masuk ke Jl H Juhri hanya beberapa puluh meter dari kampus Universitas Mercua Buana, dikembangkan Meruya Residence. Ada lagi Taman Kebon Jeruk (Intercon) di Jl Meruya Ilir yang masih punya sisa lahan belasan hektar, tapi sampai kini belum dikembangkan.

Permata Regency

Meskipun terpencar-pencar, lokasi berbagai perumahan itu terhubung satu sama lain. Jl Pos Pengumben yang paling dekat dengan Permata Hijau, terhubung dengan Jl Joglo Raya. Jl Meruya Selatan bertemu Jl Joglo Raya dan Jl Meruya Ilir. Sementara Jl Meruya Ilir connect dengan Jl Kebon Jeruk melalui Jl Meruya Utara. Semua jalan terhubung dengan Jl Panjang dan rute tol JORR itu. Yang paling jauh dari tol JORR Jl Kebon Jeruk. Yang paling dekat Jl Joglo Raya dan Jl Meruya Ilir.

Semua perumahan dikembangkan rapi dalam cluster-cluster dengan jalan lebar dan mulus, serta jaringan infrastruktur di dalam tanah. Bentuk rumah dua lantai dengan model beragam. Puri Botanical dan Casa Goya menawarkan rumah bergaya modern tropis, Meruya Residence gaya mediterania. Sedangkan Permata Mediterania dan Permata Regency gaya modern minimalis dan mediterania. Di Permata Mediterania rumah di bulevar utama boleh dimanfaatkan sebagai tempat usaha.

Permata Regency dikembangkan dengan konsep garden house . Konsep itu relevan untuk kawasan Kebon Jeruk yang minim ruang hijau. Jadi, perumahan dilengkapi taman dengan banyak pohon plus taman di setiap rumah. Semua rumah tanpa pagar. Sementara persis di depan perumahan terhampar hutan kota Srengseng seluas 15 ha.

Lokasi perumahan yang masuk ke dalam sekitar 500 meter dari Jl Panjang, membuat hunian makin aman dan nyaman, tidak terganggu hiruk pikuk aktivitas di koridor jalan itu. Menurut Ali Hanafia L, Direktur Century 21 Pertiwi, sole agent perumahan itu, Permata Regency akan diperluas satu hektar. Yoenazh K Azhar, Samsul Arifin Nasution

Dua Puri di Jakarta Barat

Kalau di Kembangan yang tersohor Puri Indah, di Kebon Jeruk kelak boleh jadi Puri Botanical Residence. Lahannya paling luas dan lokasi strategis: diapit Jl Joglo Raya dan Jl Meruya Selatan dan akan dilintasi jalan tol. Selain dengan tol Ulujami–Serpong dan tol JORR seksi S (Pondok Pinang – Jagorawi), jalan tol itu nanti terhubung dengan tol bandara dan tol dalam kota melalui tol JORR seksi W1 (Kebon Jeruk – Penjaringan). Jadi, Puri Botanical mudah diakses dari dalam dan luar kota .

Pengembangan perumahan dengan konsep kebun raya ( botanical garden ) menjadi selling point tersendiri. Penanaman pohon-pohon tropis di kebun raya seluas lima hektar itu sudah dimulai September 2006. Kualitas pengembangan rumah, lingkungan, dan infrastrukturnya juga bisa lebih baik ketimbang perumahan lain di Kembangan. Puri Botanical sudah memulainya dengan cluster Eugenia yang menawarkan rumah-rumah bergaya new tropical modern, sesuai konsep kebun raya itu.

Integrated area

Dalam jangka panjang Puri Botanical berpotensi menghadirkan kawasan hunian, bisnis, dan rekreasi terpadu yang belum ada di Kebon Jeruk. Pasalnya, kalau Permata Hijau penuh, orang akan lari ke Kebon Jeruk. Menurut Sanusi Tanawi, Direktur PT Copylas Indonesia , rencana itu sudah masuk dalam master plan mereka.

Bagian wilayah perumahan di sepanjang jalur bakal jalan tol itu akan dikembangkan apartemen, properti komersial, hotel, rumah sakit, area rekreasi, dan lain-lain. “Jalur tol itu akan menjadi koridor bisnis paling komplit di Kebon Jeruk,” katanya. Ia sangat optimis dengan Puri Botanical. “Dalam waktu tidak lama harga kaveling di sini akan menyamai Puri Indah dan Pantai Indah Kapuk,” tambahnya.

Sejauh ini optimisme itu cukup beralasan. Harga tanah di Puri Botanical terus meningkat. Misalnya, rumah tipe 131/126 (LB/LT) yang tahun lalu dilepas Rp.900 juta, kini dijual Rp1,2 milyar(tunai satu bulan). Hal serupa terjadi di Permata Regency. Contoh, rumah tipe 117/119 yang awal 2005 dijual Rp590 juta, kini dilepas Rp708 juta (tunai keras). Sementara harga kaveling yang tadinya Rp3 juta/m2 kini Rp3,3 juta. Sedangkan di Puri Botanical Rp3,5 juta, di Meruya Residence Rp2,7 juta.

Kelanjutan tol JORR

Sayang, realisasi pembangunan tol JORR seksi W2 itu masih tertunda-tunda karena soal tanah. Kabar terakhir PT Jasa Marga menjalin kerjasama dengan BUMD (badan usaha milik daerah) DKI untuk menggarapnya. Direktur PT Jakarta Propertindo Riko Perlambang membenarkannya. Bentuk kerjasama masih dibahas: profit sharing atau revenue sharing . Begitu pula pengelolaannya.

“Yang jelas kedua pihak sama-sama punya saham di ruas itu,” kata Bambang Sulistyo, Sekretaris Perusahaan Jasa Marga. Ia berharap deal sudah tercapai akhir tahun ini. Menurutnya banyak benefit bermitra dengan DKI. “Misalnya, proses pembebasan tanah bisa lebih lancar. Harga tanah di sini mahal, rata-rata di atas Rp1 juta per meter,” ujarnya. Begitu tanah dibebaskan dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) setuju, konstruksi bisa diselesaikan dalam dua tahun.

Daftar Harga Rumah Baru Di Jakarta 2010 :

Pilihan Rumah Di Kebon Jeruk

Puri Botanical Residence lt/lb 200/220 Rp.2,3 milyar
Permata Mediterania lt/lb 180/190 Rp.2,2 milyar
Casa Goya lt/lb 200/220 Rp.2,6 milyar

Pilihan Rumah Di Ancol

The Bukit lt/lb 180/200 Rp. 2,1 milyar
The Green lt/lb 360/300 Rp.4,5 milyar
Jimbaran Residence lt/lb 180/200 Rp. 2, 5 milyar

Pilihan Rumah di Kelapa Gading

The Kew lt/lb 105/200 Rp.2.5 milyar
Royal Gading Mansion lt/lb 180/220 Rp. 2,2 milyar
Grand Orchard lt/lb 240/300 Rp.3,5 milyar

Pilihan Rumah di Pantai Indah Kapuk

BGM PIK lt/lb 144/180 Rp.2 milyar
Grisenda PIK Lt/lb 200/220 Rp.2,6 milyar
Crown Golf PIK lt/lb 225/250 Rp.3,5 milyar

RUMAH SISTIM CLUSTER MAKIN MAHAL

Mei 9, 2010 § Tinggalkan komentar

Jika ada pertanyaan , rumah seperti apa yang paling dicari di Indonesia saat ini , maka jawabannya bisa dipastikan adalah perumahan real estat dengan sistim satu pintu ( one gate system ) atau biasa disebut perumahan dengan sistim cluster.Perumahan dengan sistim cluster mempunyai berbagai keunggulan diantaranya adalah keamanan, privacy dan eksklusifitas.

Terbukti , perumahan dengan sistim cluster harganya lebih mahal dibandingkan dengan yang bukan memakai sistim cluster ini. Di antaranya adalah Kelapa Gading, Pantai Indah Kapuk, Puri Indah, Sunter, dan Pluit serta Ancol. Perumahan tersebut harganya sangat bernilai tinggi dikarenakan akses masuk yang diawasi. Contohnya di perumahan Grisenda, Pantai Indah Kapuk, harga tanah di perumahan Grisenda ini  sudah mencapai Rp. 9 juta  an rupiah per meternya, dibandingkan dengan daerah jakarta timur, selatan atau utara lainnya yang tidak memakai sistim cluster, maka harga perumahan Grisenda PIK ini sudah jauh melebihi perumahan – perumahan lainnya di Jakarta. Begitu pula dengan perumahan Puri Indah yang juga sudah mencapai 8 juta an per meternya .Sedangkan  Kelapa Gading yang menerapkan ini seperti Bukit Gading Villa , Royal Gading Mansion dan Artha Gading Villa harganya sudah setinggi langit. Ini semakin membuktikan bahwa perumahan dengan sistim keamanan satu pintu sangat dicari-cari oleh masyarakat yang mengidamkan keamanan dan privacy walaupun harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk itu.

Perumahan dengan sistim satu pintu semakin menipis di Jakarta dikarenakan butuh suatu lahan yang luas dan tersendiri , dengan begitu menambah eksklusifitas penghuninya. Memang bukannya tidak mau bersosialisasi dengan warga sekitar, tetapi realitas mengenai keamanan menjadi pertimbangan penting bagi penduduk yang mencari keamanan tempat tinggalnya.

Daftar rumah dengan sistim cluster di Jakarta :

1. Kelapa Gading : Bukit Gading Villa ,Artha Gading Villa , Mediterania , Mitra Gading Villa, Villa Gading Indah, Villa Permata Gading, Grand Orchard , Gading Park View , Gading Grande dan Royal Gading Mansion .

2. Pantai Indah Kapuk : BGM , Taman Golf , Taman Grisenda , Mediterania , Gold Coast , Long Beach , Crown Golf , Garden House , Camar , Elang Laut.

3. Sunter : Sunter Paradise 3 , Sunter Garden, Sunter Metro , Bisma.

4. Kemayoran : Spring Hill , Griya Inti Sentosa,

5. Ancol : The Bukit, The forest, The green , Jimbaran.

6. Jakarta Barat : Puri Indah, Puri Kencana, Puri Mansion, Permata Buana, Puri Botanical

Data harga kavling tanah per mei 2011 :

1.Taman Grisenda Pantai Indah Kapuk ( harga rumah :2 milyar – 8 milyar per unit , harga tanah : 8 juta – 10 juta / meter)

2.Casa Goya Kebon Jeruk ( harga rumah :1,5 milyar – 3 milyar ,harga kavling 6 juta/meter )

3.Grand Orchard Kelapa Gading ( 1,5 milyar – 3 milyar , harga tanah : 8 juta per meter)

4.Green Mansion Daan Mogot ( 1,5 milyar – 3 milyar )

5.Casa jardine Daan Mogot ( 800 juta – 2,5 milyar ,harga tanah : 5-6 juta per meter)

6.Puri Botanical Kebon Jeruk ( 1,5 milyar – 2,5 milyar , harga tanah 4-5 juta per meter)

7.Puri Mansion di Puri Indah ( 1 milyar – 2,5 milyar )

8.Long Beach di Pantai Indah Kapuk ( 1,5 milyar – 2,5 milyar )

9.The Bukit di Ancol ( 1,9 milyar – 3 milyar , harga tanah 5-6 juta per meter )

10. Puri Indah – Jakarta Barat ( harga tanah 7 – 8 juta per meter )

11. Gading Kirana – Kelapa Gading ( harga tanah 7 – 9 juta per meter )

12. Mediterania Kelapa Gading ( harga tanah 9 – 12 juta per meter )

13. Elang Laut – Pantai Indah Kapuk ( Harga tanah 6 – 7 juta per meter )

14. Green Garden – Jakarta Barat ( harga tanah 6 juta per meter )

15. Ancol – Jakarta Utara ( harga tanah 5-6 juta per meter )

16. Sunter Metro , Sunter Garden ( harga tanah 7 juta per meter )

17. Pulomas – Jakarta Timur ( harga tanah 3 – 4 juta per meter )

18. Mediterania – PIK ( harga tanah 8- 10 juta per meter )

19. Katamaran, Trimaran , Layar – PIK ( harga tanah 7 juta per meter)

20. Bukit Golf Mediterania PIK ( Harga rumah 1,4 milyar – 5 milyar , harga tanah 8 – 9 juta per meter )

Town House Untuk Si Tajir

Mei 4, 2010 § Tinggalkan komentar

Town House Grisenda Pantai Indah Kapuk -  Paling Dicari Pasangan Muda
Rumah seharga Rp. 1,5  milyar hingga Rp. 2,5  milyar paling banyak peminatnya.

Di Jakarta yang lahannya sudah sangat terbatas rumah menjadi komoditas sangat mahal. Mencari rumah Rp200 jutaan sangat sulit. Hanya kawasan tertentu di Jakarta Timur yang masih menyediakan rumah Rp300 jutaan. Itu pun amat terbatas. Karena itu hanya orang-orang berduit yang bisa membeli rumah di Jakarta. Makanya yang banyak terjual rumah seharga Rp700 jutaan-Rp2 miliaran.

Yang pertama untuk orang kaya, yang kedua untuk yang sangat kaya. Mereka umumnya membeli secara tunai keras atau bertahap. “Yang menggunakan KPR tak lebih dari lima persen,” kata Ayu, Marketing Manager Taman Grisenda Pantai Indah Kapuk .

Kategori menengah atas

Di Jakarta Utara perumahan yang memasarkan rumah Rp.1,5 milyaran – Rp2,5 miliar mencatat penjualan bagus. Di Taman Grisenda Pantai Indah Kapuk misalnya, tipe Chrusant   Masterpiece  tergolong laku keras. Tipe – tipe seharga Rp.1,5 milyar sampai 2,5 milyar di cluster Grisenda PIK  sempat mencatat rekor spektakuler. Dalam sehari terjual 40 unit. Harga rumah di perumahan Grisenda PIK  bersaing ketat dengan harga rumah dengan luas yang sama di perumahan Puri Indah , Casa Goya Kebon Jeruk dan Green Mansion di Daan Mogot.

Jangan heran ketika Grisenda , BGM dan Gold Coast melansir tipe  seharga Rp. 2  miliar an ke atas dengan sistem cluster  konsumen antusias. Bangunannya tiga lantai, kamar 4+1, dan garasinya bisa memuat empat mobil. “Sebentar saja langsung habis,” katanya.

Di Grand Puri Grisenda, Taman Grisenda (38 ha), juga di kawasan PIK, yang mengambil positioning kelas menengah atas , paling laku tipe Aster dan Masterpiece. Empat tipe lain seharga Rp.1,5  milyaran– Rp2,5 miliar juga laris diburu konsumen kelas atas. “Tipe Aster banyak yang suka karena memiliki dua muka, depan belakang punya halaman,” ujar Agus Rahmanto, Project Manager Taman Grisenda.

Karena lokasinya yang strategis  rumah Rp. 1,5  milyaran di PIK banyak diincar keluarga muda yang baru menikah atau punya satu anak (usia 35 – 45). Mayoritas pedagang Glodok, Mangga Dua, Kota, dan Roxy. Mungkin karena itu Grand Puri Grisenda Pantai Indah Kapuk  sejak awal optimis rumahnya yang akan direspon pasar.

Relatif

Menurut Dwi Wahyuni, Marketing Manager Puri Botanical Residence di Joglo, Jakarta Barat, harga memang relatif di Jakarta. Tergantung di mana dan bagaimana tipe rumahnya. Ia mengambil contoh perumahannya. Ia memasarkan tipe 139/126 seharga Rp1,4 milyar, tapi yang  banyak diincar justru tipe 195/198 dan tipe 270/288 seharga Rp1,8 miliar, karena ruangannya lega dan lay out-nya optimal. Luas kamar utama saja 50 m2.

“Untuk Jakarta Barat rumah 200/208 seharga Rp2,8 miliar itu sudah sangat mewah. Di Puri Indah (yang hanya beberapa kilometer dari Puri Botanical) harganya lebih dari itu,” katanya. Sebagai perbandingan di Puri Botanical harga tanah masih Rp. 4,5juta/m2, di Puri Indah sudah Rp6-8 juta , garden house PIK Rp. 7-8 jt /m2 , sedangkan di kawasan grisenda PIK sudah sekitar 5 – 6 juta an per meternya.

Masih di Jakarta Barat, Daan Mogot Baru yang banyak melego rumah di bawah satu miliar mencatat tipe125/90 dan 176/144 sebagai yang terlaris. Menurut Juan Panca Wijaya, GM Marketing Daan Mogot Baru, perumahannya membidik pengusaha generasi kedua, usia sekitar 40 tahun, dan kantong belum terlalu tebal. “Bujet mereka antara Rp500 – Rp700 jutaan,” katanya. Mereka merasa cukup tinggal di rumah berkamar 3+1. Penjualan kedua tipe itu sekitar 50 persen dari transaksi yang mencapai 15-20 unit per bulan.

Sementara di Jakarta Timur yang bukan daerah Pecinan, yang paling loncer rumah Rp200 – Rp700 jutaan. Di Menteng Metropolitan, satu-satunya perumahan yang menjual “rumah murah”, yang paling laku tipe 43/90 dan 56/90. Penjualan kedua tipe itu, kata Kartika Rahmawati, Marketing Manager PT Metropolitan Land, mencapai 50 persen. “Konsumennya sebagian besar karyawan,” katanya.

Sedangkan The Royal Residence yang tidak jauh dari Menteng Metropolitan, banyak melego tipe 130/180 dan 142/180. Penjualannya rata-rata 20 unit/bulan. “Kedua tipe itu menyumbang 30 persen penjualan kita,” terang Budiman Kusnandar, Marketing Manager Royal Residence.

Desain

Selain harga, desain juga sangat mempengaruhi pilihan konsumen di Jakarta. Buktinya ketika BGM melansir cluster The Rome dengan rumah bergaya klasik Eropa, banyak yang senang. Sebelumnya BGM banyak membangun rumah bergaya mediterania. Sugeng mengatakan, di PIK desain klasik modern banyak penggemarnya. Terlebih tipe rumahnya pas, yakni 255/250 dan 200/220 seharga Rp.3  miliar an.

“Dari 100 unit yang dipasarkan kini tinggal 10 unit,” ujarnya. Di luar BGM yang dominan desain modern minimalis seperti di Puri Botanical, Taman Grisenda PIK, dan Casa Goya di Kebon Jeruk.  Pantai indah kapuk boleh dibilang paling fenomenal penjualannya, rata-rata 40-50 unit/bulan. Setidaknya begitu klaim developernya. Hadi Prasojo

Tidak berbeda dengan rumah biasa, town house seharga Rp800 jutaan – Rp2 miliar yang banyak tersebar di Jakarta Selatan juga paling direspon konsumen. Jagakarsa Residence (85 unit) misalnya, sejak dipasarkan April 2005 sudah menjual 45 unit. Sebanyak 33 unit tipe 140/128 seharga Rp861 juta dan 12 unit tipe 160/200 Rp1,1 miliar. Menurut Bagaskoro, Marketing Manager Jagakarsa Residence, masih ada 40 unit yang belum terjual, semuanya tipe 140/128.

Pembelinya kalangan yang mulai mapan (usia 35 tahun ke atas) yang membayar secara cash atau bertahap. “Selama tahun ini belum ada yang membeli dengan KPR,” ujarnya.

Sedangkan Bonavista Residence di Lebak Bulus-Jakarta Selatan, kata Indra Himawan, Sales Managernya, dibeli para top level perusahaan. “Yang banyak terjual tipe 280/160 seharga Rp2 miliar,” katanya. Tipe ini tangganya lebih landai dibanding tipe lain sehingga lebih nyaman dilalui. Hunian tiga lantai itu memiliki kamar 4+1 dan garasinya muat dua mobil. “Kami bisa menjual 5-6 unit per bulan,” katanya.

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with puri indah at Indonesia Housing And Property News.